Pengertian SEL: Komponen, Bagian SEL (CELL) dalam Biologi adalah:

Pengertian SEL: Komponen, Bagian SEL (CELL) dalam Biologi adalah:

Daftar Isi

Pendahuluan

Pengertian Sel Adalah cell. Pengertian Sel Adalah berasal dari bidang Biologi.

Pengertian SEL (CELL) dalam Biologi adalah:

Kata Kunci

  • Pengertian

  • Menurut Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, istilah Sel Adalah merupakan istilah di dalam bidang Biologi. Istilah Sel ini, menurut Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, adalah sama artinya dengan istilah cell.

    Sel merupakan bagian terkecil dari organisme, terdiri dari satu atau lebih inti, protoplasma, dan zat-zat mati yang berada disekelilingnya.

    T. Schwann dan M. Schleiden merumuskan teori sel yang berbunyi: “Sel adalah unit dasar kehidupan. Semua tumbuh- tumbuhan dan hewan dibangun atas sel-sel.”

    H.J Dutrochet menemukan bahwa semua tumbuhan dan hewan terdiri dari sel berbentuk gembungan yang sangat kecil

    Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.

    Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan (protozoa) atau dari banyak sel (multiselular).

    Sejarah dan Teori Sel

    1 ​

    Tokoh-tokoh penemu teori sel :

    1. Johanes Purkinje Merupakan ilmuwan yang menyatakan bahawa isi sel adalah protoplasma. Protoplasma merupakan bahan penting pada sel yang melangsungkan kehidupan
    2. Robert Brown (1833) Ilmuwan Skotlandia yang pertma kali menemukan inti sel pada sayatan sel anggrek Inti sel disebutnya sebagai nukleus.Nukleus ini merupakan struktur sel yang sangat penting bagai kehidupan
    3. Robert Hooke (1635 - 1703) Orang yang pertama menyebutkan istilah sel yaitu cellulae=ruangan kecil yang kosong danmengamati sayatan gabus tutuip botol (Quercus suber), merupakan sel mati yang tidak memilki isi sel.
    4. Felix Durjadin (1835) Tokoh berkebangsaan Perancis yang pertama kali menemukan cairan sel yang hidup (sarkode) yang merupakan bagian penting dari sel Menururtnya bagian terpenting dari sel adalah isi sel yang berupa cairan hidup yang berada dalam suatu lumen
    5. Antonie Van Leeuwenhoek (1723) Seroang ahli asah lensa dari Belanda, membuat mikroskop sederhana , Memeriksa cairan setetes air kolam microscopic “animalcules”; (hewan kecil) merupakan:sel bakteri dan orang yang pertama kali melukiskan bentuk-bentuk bakteri

    Ada beberapa teori tentang sel diantaranya:

    1. Sel merupakan kesatuan struktural dari makhluk hidup, semua makhluk hiudp terususn atas sel.

      Tokoh pencetus teori ini adalah:

      1. M. Schleiden (1804-1881) : sel tumbuhan
      2. Theodore Schwann (1810 -1882) : sel hewan

    2. Sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
      • Dikemukakan oleh Max Schulze tahun 1861
      • mengatur fungsi-fungsi pda makhluk hidup

    3. Sel adalah kesatuan pertumbuhanm dari makhluk hiudp
      • dikemukakan oleh Rudolf Virchow (1858)
      • dia menyatakan bahwa makhluk hiudp berasal dari pertumbuhan sel sebelumnya “omne cellulae a cellulae”

    4. Sel merupakan kesatuan herediatas (sifat menurun) makhluk hidup
      • dikemukakan oleh biarawan Austria Gregor Mendel (1822-1884)
      • sel mengandung sifat keturunan (genetik) atau hereditas yang diwariskan pada keturunanya.

    Komponen sel

    1 ​

    Secara umum setiap sel memiliki 4 komponen berikut :

    1. Plasma atau cairan sel disebut sitoplasma.
    2. Membran atau selaput sel disebut juga plasma lemma.
    3. Organel atau mikro organel sel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain mitokondria, alat golgi, plastida, vakuola, sentriol, inti sel dan nukleolus.
    4. Inti sel (nukleus), dipisahkan dari sitoplasma oleh selaput yang lebih tebal dari pada membran sel sendiri. Inti sel mengandung cairan yang lebih kental dari pada sitoplasma.

    Seiring dengan perkembangan teknologi mikroskop, ditemukan dua tipe struktur sel, yaitu sel prokariotik yakni sel yang tanpa membran inti contoh sel bakteri, dan sel eukariotik yakni sel yang memiliki membran inti, sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma contoh sel hewan dan tumbuhan.

    Bagian sel

    1 ​

    Bagian sel dapat diuraikan sebagai berikut :

    1. Nukleus (inti sel)

      Inti sel merupakan bagian sel yang paling mencolok diantara organel-organel di dalam sel. Di dalam inti sel terdapat :

      1. Nukleolus (anak inti)

        Berfunsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asan ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom.

      2. Nukleoplasma (cairan inti)

        Merupakan zat yang tersusun dari protein.

      3. Butiran kromatin

        Terdapat pada nukleoplasma, nampak jelas pada saat sel tidak membelah, butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom.

    2. Sitoplasma

      Sitoplasma (cairan sel) matriks yang berada di bagian dalam membran plasma akan tetapi di luar nukleus. Sitoplasma tersusun dari sitosol yang bersifat koloid (kental). Sitoplasma mempunyai fungsi sebagai berikut:

      1. Tempat terjadinya metabolisme sitisolik, misalnya glikolisis serta tempat terjadinya sintesis protein oleh ribosom
      2. Tempat penyimpanan bahan kimia yang berguna bagi metabolisme sel, misalnya enzim, protein dan lemak
      3. Sarana atau fasilitator agar organel tertentu di dalam sel dapat bergerak, hal ini dikarenakan adanya aliran sitoplasma.

    3. Membran sel (membran plasma) Membran plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran plasma mengendalikan lalu-lalang zat ke dalam dan luar sel, membran plasma terdiri dari lapisan protein yang rapat (lapisan luar dan dalam) yang mengelilingi lapisan fosfolipid yang lebih tebal namun tidak begitu rapat.

    Perbedaan Sel tumbuhan dan Sel hewan

    1 ​

    Pada sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai perbedaan sebagai berikut :

    Sel Tumbuhan Sel Hewan
    Memiliki dinding sel. Tidak memiliki dinding sel.
    Memiliki vakuola yang berukuran besar. Memiliki vakuola berukuran kecil.
    Memiliki plastida (kloroplas, kromoplas, leukoplas). Tidak memiliki plastida.
    Tidak memiliki sentriol. Memiliki sentriol.
    © 2019 , hukum - All rights reserved.